Malam Minggu Nikmat

Malam Minggu Nikmatby Superadminon.Malam Minggu NikmatMalam Minggu tanggal 21 Agustus 2005 kemarin ibuku pergi kerumah temannya yang ada diyogyakarta tapi aku nggak mengerti apa urusan mereka. Yang penting aku ditinggalin duit dan terutama bisa berduaan dengan pacarku yang bernama Ayu. Saat itulah kejadian yang benar benar nggak akan aku lupakan ini terjadi. Saat ibuku berangkat ke yogya sekitar jam 16.30 […]
cerita dewasa

cerita dewasa

Malam Minggu tanggal 21
Agustus 2005 kemarin ibuku
pergi kerumah temannya yang
ada diyogyakarta tapi aku
nggak mengerti apa urusan
mereka. Yang penting aku
ditinggalin
duit dan terutama bisa
berduaan dengan pacarku
yang bernama Ayu. Saat itulah
kejadian yang benar benar
nggak akan aku lupakan ini
terjadi.
Saat ibuku berangkat ke
yogya sekitar jam 16.30 aku
segera mengambil sepeda
federalku dan pergi kerumah
Fitri sahabat pacarku yang
jarak rumahnya sekitar satu
kiloan. Saat sampai dirumah
Fitri aku langsung menyuruh
Fitri menjemput Ayu sementara
aku menunggu dirumahnya Fitri.
Saat menunggu aku bermain
dengan adik Fitri yang masih
kelas 5 SD. Adik Fitri bernama
Mala. Dia kelas 5 SD tapi sudah
seperti anak kelas 3 SMP,
bongsor dan sexy. Susunyapun
sudah seperti anak remaja,
ukurannya 32 A tapi fikiranya
masih anak kecil. Tingginyapun
sama hampir sama seperti
kakaknya malahan tinggi Mala.
Saat itu orang tua Fitri pergi
keMatahari Klaten dan mereka
berdua ditinggal pergi. Aku dan
Mala bermain diruang tamu
yang agak tertutup dari luar
sambil nonton tv. Aku duduk
disebelah Mala yang juga
duduk disebelahku. Saat itu
Mala memakai daster longgar
dengan rok mini sepaha
sehingga saat dia duduk
seperti saat ini akan
tersingkap. Paha mulusnya
kelihatan hingga celana
dalamnya yang berwarna putih
kelihatan. Karena pemandangan
itu kontolku langsung tegang
mendesak celana jinsku.
“Mala main pengantinan yuk”
ajakku berusaha untuk mencari
cara agar dapat meraba
tempik Mala atau susunya.
“Mas In main apa sih?” kata
Mala nggak mengerti.
“Sini, saat ini pengantin
cowoknya sedang main sayang
sayangan dengan pengantin
ceweknya” kataku sambil
berusaha menariknya
kepangkuanku menghadapku,
diapun diam menurut. Saat
sudah dipangkuanku rok
mininya aku singkapkan agar
kontolku pas ditempik Mala.
“Lalu cowoknya mencium susu
ceweknya seperti ini” kataku
sambil menurunkan tali
dasternya yang longgar, mala
diam saja. Aku melorotkanya
sampai melewati tangannya lalu
melepaskan daster atasnya.
Ternyata Mala tidak memakai
kaos dalam sehingga langsung
telajang dada ketika dasternya
aku pelorotkan.
Bentuk susu kecil Mala sungguh
luar biasa indahnya. Kecil mungil
masih sebesar jambu biji
dengan puting coklat mudanya
mencuat sebesar biji kacang
tanah. Sekitarnya coklat muda
melingkar mengelilingi putting
yang mencuat. Aku sungguh
terpesonaAbg montok kocok kontol
Aku lalu menunduk dan menjilat
puting imut Mala dan kemudian
mulai melumat lumatnya gemas.
“Mhh mas In geli, susu Mala
kok diisep sih” katanya polos
banget.
“Kan yang cowoknya sayang
sama ceweknya” kataku lalu
melanjutkan melumati susu
Mala kanan kiri bergantian.
Lama kelamaan Mala mulai
menyukainya karena kepalaku
dipeluknya erat erat.
Tanpa dia sadari tanganku
mulai meraba tempiknya yang
masih terlapis celana dalam
putih. Aku mulai meraba dari
atas lalu mulai kebawah. Disaat
sampai di depan lubangnya
yang kecil dan juga pas
didepan kontolku, aku
membuka celanaku dan menarik
keluar kontolku dari celana
dalamku dan membiarkannya
mengenai tempiknya. Aku lalu
menyelipkan kontolku kedalam
celana dalam Mala lalu
menggesek gesekkannya pelan
pelan. Mala nggak sadar
karena keenakan susunya aku
lumat lumat.
“Mhhh mas In apa nih yang
ngganjel” katanya lalu
tangannya memegang kontolku
yang masuk kedalam celana
dalamnya menggesekkan
dengan tempik Mala.
“Nggak apa apa Mala, saat ini
cowoknya mau buat adik sama
ceweknya” kataku sambil terus
menggesek gesekkan kontolku
ditempik Mala. Tangan Mala aku
naikkan lagi dan aku kembali
melumat susu Mala dan juga
mempetting Mala hingga
kurasakan lama lama tempik
Mala basah juga. Mungkin
karena keringat atau cairan
apa aku nggak tau.
Kudengar diluar ada becak
yang datang didepan rumah
Fitri. Kudengar juga suara
ibunya Fitri sedang membayar
ongkos becak. Aku lalu buru
buru menurunkan Mala dan
memasukkan kontolku kedalam
celana dalamku lalu menutup
resletingnya.
“Mala naikkan dastermu nanti
dimarahi mama lho tuh mama
dateng” kataku lalu menarik
tali daster Mala keatas.
“Iya mas, mama dah dateng”
kata Mala polos lalu keluar
menghampiri mamanya.
“Ahh syukurnya” kataku dalam
hati karena hampir saja
ketahuan. Tenang deh ntar
kamu juga dapet bagian juga
kata hatiku sambil membelai
kontolku yang masih ngaceng.
“Eh Indra lagi nunggu Fitri yah,
mana Fitri?” kata mamanya
Fitri ramah karena aku sudah
sering main kesana
“Lagi jemput Ayu bu lek”
kataku.
“ooh ya sudah” lalu Iapun
masuk kekamarnya.
“Mas lain kali main lagi yah
kayak tadi” kata Mala.
“Iya sayang tapi jangan bilang
siapa siapa yah” kataku lalu
meremas susunya yang
kelihatan mengintip menggoda.
“Ahhh mas In sakit tau” kata
Mala merengut sambil menutupi
susunya.
“Jangan bilang bilang yah”
kataku lalu Mala mengangguk
dan menyusul mamanya
kekamar. Aku kembali
menunggu Fitri.
Tak lama kemudian Fitri datang
sambil membonceng Ayuku yang
kusayang.
“Eh say kamu sudah izin kalau
mau nginap?” tanyaku setelah
Ayu datang dan duduk
disampingku.
“Sudah sayang, aku izin kalau
akan nginap dirumah Fitri”
katanya.
“Ya sudah deh beres kalau
gitu” kataku
“Eh sekarang kita kerumahnya
Fandi lalu keinternet bareng”
kataku.
“Ya sudah kalau gitu aku ambil
sepedaku dulu dan pamit
kemama” kata Fitri masuk
kedalam dan tak lama keluar
membawa sepedanya disusul
ibunya.
“Bu lek kami main dulu yah”
kataku berpamitan kepada
mama Fitri lalu kami bertiga
langsung pergi bareng kerumah
Fandi pacar Fitri.
O iya aku belum
memperkenalkan diriku, Ayu
dan juga teman temanku.
Namaku Krishna. Aku
bersekolah sebuah madrasah di
Klaten kelas 1. Kata teman
temanku aku orangnya mirip
bintang film Bollywood tapi
yang mana aku sendiri nggak
merasa begitu. Tinggiku sekitar
173-175cm. Aku tinggi karena
aku sering latihan Tae Kwon
Do. Penampilanku juga gaul dan
funky jadi nggak kampungan.
Ayu siswi kelas tiga di SMP
Negri 4 Klaten. Ayu orangnya
tinggi semampai(sekitar 160cm),
berambut panjang dan juga
berkulit kuning langsat
bodynya pun sangat sintal jadi
kalau dinilai dia dapat 9, nggak
10 karena aku belum pernah
bersetubuh dengannyaJ. Dia
kalau diamati persis sekali
dengan Nilam Koesworo
penyanyi dangdut ibukota,
dandanan Ayu juga gaul dan
sexy menambah nilai lebih
baginya saja. Ayu juga banyak
yang mengejar terutama
teman sesekolahnya tapi dia
lebih memilihku. Ayu juga
montok, BH nya berukuran 32b
dan pantatnya membulat indah.
Kalau Fitri nggak kalah cantik
dari Ayu tapi Fitri agak pendek
dan juga hidungnya nggak
semancung Ayu. Dia mirip Lyra
Virna model dan juga
presenter Tv itu. Dia juga sexy
tapi sayang susunya masih
imut maklumlah masih kelas dua
SMP. Sekolahnya di SMP Negri
3 Klaten jadi nggak sama
dengan Ayu. Kalau Fandi anak
kelas satu diSMU Negri 3
Klaten orangnya tampan dan
berkulit putih. Dia mirip sekali
dengan kiannya Westlife tentu
juga banyak yang
menginginkan Fandi menjadi
cowoknya.
Setelah sampai dirumah Fandi
kami langsung pergi keluar
jalan jalan berempat. Aku
membonceng Ayu dan Fandi
membonceng Fitri dengan
sepeda federal kami masing
masing. Suasana malam itu
benar benar romantis banget.
Kami berempat langsung
menuju warnet LUV yang dekat
dengan jarak rumah Fandi.
Kami berempat memang memiliki
hobby yang sama yaitu catting
diinternet atau membuka situs
BF. Setelah puas kami
berempat keluar dari warnet
dan menuju kerumahku.
Kami berempat menuju
kerumahku dengan sepeda.
Setelah sampai Fandi dan Fitri
menuju kamarku. Aku cuma
tersenyum geli.Pasti deh
mereka mau peting lagi kataku
dalam hati. Aku lalu menutup
pintu rumahku dan
memadamkan lampu ruang
depan agar telihat seperti
kosong.
Aku dan Ayu lalu duduk dilantai
ruang makan beralaskan tikar
sambil nonton tv. Ayu duduk
didepanku sambil rebahan
didadaku.
Lagi asyiknya memeluk Ayu aku
mendengar teriakan kecil Fitri.
Aku lalu melihat apa yang
terjadi didalam kamarku.Aku
langsung menyibakkan tirai
kamarku yang menutupi kamar
tidurku. Aku cuman bisa
terdiam saat menyaksikan Fitri
ditindih Fandi dengan telanjang
bulat. Fitri dibawah seperti
merasakan kesakitan namun
juga kenikmatan. Ternyata tadi
Fandi menusuk tempik Fitri
dengan kontolnya. Kulihat
cairan putih kental bercampur
merah darah diselakangan Fitri.
Ternyata Fitri masih perawan.
Aku lalu keluar kamar nggak
mau mengganggu kenikmatan
mereka. Aku lalu kembali
keruang makan dan kembali
memeluk Ayuku.
“Ada apaan sih mas In?” tanya
Ayu penasaran
“Nggak mereka lagi
kawin”kataku. Saat itu
terdengar rintihan rintihan
antara kesakitan dan
kenikmatan lirih.
“Sshhh.. aahkkhh.. aahkkh..
uuhh” desahan itu terdengar
menggairahkan.
“Dengar nggak kamu yang?”
tanyaku
“Iya mas, asyik yah kayaknya.
Dah kebelet kali” kata Ayu
“Cobain yuk, kayaknya enak
deh” kataku
“Iya tapi jangan disini. Dikamar
aja yah” kata Ayu
“Iya kita kekamar sebelah”
kataku lalu bangkit berdiri
sambil menuju kamar sebelah
diikuti Ayu.Sesampai dikamar
aku lalu menyibakkan rok Ayu
lalu melorotkan celana
panjangku dan celana dalamku
sekalian hingga lepas. Kontolku
tegak mengacung acung keras
karena tidak ada penghalang.
Saat rok Ayu tersibak
langsung terlihat tempiknya
yang mungil tetapi rimbun
dengan rambut halus karena
tadi celana dalamnya sudah
aku lepas dan kukantongi. Aku
lalu melepas rok mini Ayu
dengan menarik resleting
belakangnya. Lepaslah sudah
penghalang kelamin kami
tinggal atasan kami. Kami lalu
saling melumat dan memainkan
lidah kami seperti kesetanan
karena kami sudah terangsang.
Kontolku aku gesek gesekkan
diperut Ayu yang mulus. Ahhh
nikmatnya helemku tergesek
kulit mulus. Tanganku lalu
melepas kaos singlet Ayu
dengan mengangkatnya keatas
melewati kepala kami. Sekarang
Ayu tinggal memakai BH
birunya. Aku lalu melepaskan
baju atasanku sampai aku
bugil. Tanganku meraih
kepunggung Ayu dan meraih
kaitan BH Ayu lalu melepasnya
dan membuang BH Ayu kelantai
kamar. Kami lalu naik keranjang
berdua. Aku langsung menindih
Ayu dan melumat puting kanan
Ayu.
“Ugh.. masshh” rintihan Ayu
sangat indah didengar. Kulumat
puting Ayu kanan kiri
bergantian sementara kontolku
aku gesekkan nail turun
diselakangan dan tempik Ayu
lalu aku menurunkan ciumanku
keleher putihnya Ayu kemudian
membuat cipokan yang
memerahkan leher itu
dibeberapa tempat. Setelah
puas membuat kenangan untuk
Ayu dilehernya sebagai tanda
bahwa malam ini kami lagi
gituan lalu aku menjilat dada
atas Ayu hingga jilatanku
sampai pada putingnya yang
merah kecoklatan. Aku
menjilatinya sebentar lalu aku
melumatinya bergantian kanan
kiri kanan kiri sambil aku
remas remasnya. Bila aku
melumat yang kiri tanganku
meremas yang kanan tapi bila
aku melumat yang kanan maka
aku meremas yang kiri
sehingga susu Ayu semakin
keras dan mumbul.
Setelah puas aku nyusu aku
lalu menjilat perut Ayu
sebentar sampai jilatanku
mengenai bulu
tempiknya.Terasa geli saat
bulunya mengenai hidungku.
Aku lalu menjilati lipatan
membelah merah ditempik Ayu.
“Mmhhh.. sshh.. aaahhh..
maasshh geli” rintihan Ayu
menggemaskan. Saat aku
menjilati sambil terkadang
menyedot nyedotnya. Basah
sekali ditempiknya. Aku lalu
menyelusupkan lidahku ditempik
sempit Ayu lalu menjilatinya
dengan cara mengeluar
masukannya.
“Aahhh.. maasshh geeliii”
rintihanya saat kujilati. Setelah
aku puas menjilati tempik Ayu
lalu aku berlutut didepanya.
“Yang emutin dong iniku”
kataku sambil memegangi
kontolku.
“Emoh ah geli aku” katanya
sambil begidik geli.
“Nggak apa apa sayang, ayo
dong” aku sedikit memaksa
sambil mendorong pinggangku
maju dan mendekatkan kepala
Ayu keselakanganku. Ayu lalu
mulai menjilati helm kontolku.
Geli bercampur enak mulai
kurasakan. Lama lama Ayu
mulai memasukkan kontolku
kedalam mulutnya. Mulanya
kena giginya. Sakit tapi enak
menggelikan.Foto Sexy Janda Montok
“Ahh yang jangan kenain gigi”
kataku sambil memegang
kepala Ayu. Ayu terus saja
melumat lumat kontolku sambil
sesekali melirik kearahku yang
merem melek keenakan.
“Enak yah say” katanya sambil
tertawa kecil.
“He eh terusin dong” aku
meminta kembali lalu Ayu
ngemut kontolku lagi. Kali ini
aku memaju mundurkan
pinggangku seperti
menyetubuhi mulut Ayuku.
Sensasinya antara enak dan
sakit karena kena giginya tapi
malah membuatku merasa
nikmat. Setelah puas dikemutin
Ayu lalu aku melepaskan
kontolku dari mulut Ayu.
“Yang dimulai aja yuk, aku
sudah nggak tahan nih yang”
kataku lalu mencium bibir
merahnya. Dia membalas
kecupanku lalu menjawab.
“Iya, Ayu juga kok sayang. Aku
sudah penasaran tapi pelan
pelan yah yang” katanya
manja.
“Iya deh sayang” jawabku lalu
aku memposisikan diri diatas
tubuhnya lalu mengepaskan
kontolku dilubang tempik Ayu.
Setelah pas dilubangnya lalu
aku coba mendorong pelan
pelan.
“UhkhhO” ternyata susah juga
maklum kontolku memang gede
(18cm dengan diameter 5 cm).
Setelah tiga kali mencoba
dorong akhirnya kepala
kontolku masuk juga. Walau
baru kepala kontolku Ayu
kelihatan meringis menahan
sakit sepertinya. Aku lalu
mencoba mendorong pelan
sekali takut menyakiti Ayu.
“SleephO” pelan pelan kontolku
masuk tapi setelah 1/3 nya
kontolku terhalang selaput
tipis sekali seperti mencegah
kontolku masuk lagi.
“Yang apaan nih kok nggak
bisa masuk lagi?” tanyaku
penasaran.
“Nggak tau lah mas” jawab
Ayu sambil menggigit bibir
menahan perih lalu aku
menghentakan pinggangku
keras keras kedalam tempik
Ayu.
“AaahhhkkkhhhhO” teriaknya
kesakitan saat semua kontolku
masuk kedalam tempiknya.
Saat kontolku masuk semua
seperti ada sesuatu yang
robek tadi.
“Aduh mas tahan sebentar”
kata Ayu sambil memegangi
pinggangku erat.
“Tahan yah sayang, kata
orang bila pertama kali akan
sakit gini” kataku tetap
menindihnya. Rasanya sempit,
enak, peret dan juga seperti
diremas remas pelan pelan oleh
dinding hangat dan lunak.
Pokoknya enaaakk sekali.
Setelah Ayu agak enakan
nggak merintih lagi aku mulai
mencoba menggoyangkan
pinggangku naik turun walau
masih pelan sekali karena
peretnya tempik Ayu.
“Sleeephh.. bleess.. slleep..
blleess.. sleep” pelan pelan
kontolku keluar masuk pelan
pelan sedangkan Ayu menggigit
bibir bawahnya menahan perih.
“Mmhhh maasshhh sakiithh”
katanya pelan sekali sambil
merintih rintih.
“Iyahh.. sayanghhh.. tahan yah
nanti juga ilang” kataku
diselingi desahan nikmat dan
linu dikontolku.Rasanya seperti
diremes keras keras. Setelah
agak lama menaik turunkan
kontolku, tempik Ayu sudah
agak lancar. Ayupun sudah
nggak merintih kesakitan lagi
bahkan rintihan sakitnya
berubah menjadi desahan
keenakan.
“Maasshh.. aahhh.. oohh.. sshhh..
aahhhh.. iaahhh” desahannya
sambil
penggangnya dinaikkan saat
kontolku keluar tinggal
helemnya saja lalu kaki
indahnya menjepit pinggangku
erat erat.
“AaahhhO sshhO aaahhO sshhhO
aaahkhhh mass In enaakkhh
sekarang cepetin dong
kocokanya Ayu geli nih.. aahhh..
aaahhh.. aaa” katanya diantara
desah sungguh menggoda.
“Iyah sayang akuu jugaaa..
aaahhh.. oohh.. mmhhh”
desahanku juga geli geli nikmat
dikontolku. Tiba tibaO
“Masshhh In.. Ayyuu aahkk..
ohhhkkhh” desahanya
“Ayu knapa
sayanghhO”jawabku.
“AaahhO oohhh Ayu mau pipisO
iaahhhh” lalu sseerrrr.. serrrO
serrr. Ada cairan hangat dan
kental mengenai helemku. Oh
rupanya Ayu keluar.
“AahhkhhO oohhh tahan
masshh bentaaarrrO aaaaaaO”
teriaknya saat aku tetap
menaik turunkan pinggangku
saat Ayu keluar. Rupanya geli
banget. Lalu aku berhenti
sejenak menunggu Ayu yang
kepayahan karena pejuhnya
keluar tadi tanpa
mencabutnya.
“Enak nggak sayang” tanyaku
sambil membelai belai rambut
panjangnya.
“Ehmm nggak tau lah”
jawabnya malu malu. Kaki Ayu
tetap menjepit pinggangku
malah semakin erat. Setelah
agak lama kami istirahat sambil
saling berciuman memainkan
lidah,aku mulai menggoyangkan
pinggangku naik turun lagi.
Kembali Ayu mendesah desah
keenakan.
“OohhO aahhhO maass In
teruusshhh iyaahhh gitu
maasshhh jangan berenti”
desahannya keenakan
sementara itu aku mendengar
ada dua suara orang seperti
habis berlari jauh lalu aku
menoleh kesamping kanan.
Disamping kananku ada dua
orang yang sedang mengawasi
kegiatan kami. Ternyata Fandi
dan Fitri berdiri berdampingan
sambil melihat kami. Fitri
menyandarkan kepalanya
didada Fandi sedangkan tangan
Fandi merangkul bahu Fitri.
“Napa brenti sih mas” kata
Ayu nggak sabaran.
“Itu ada Fandi dan Fitri”
kataku
“Eh kalian dah enakan belum”
tanya Ayu kepada mereka
tanpa malu malu lagi disaat
sedang aku setubuhi.
“Iyah enak kok” jawab Fandi
“He-eh” sahut Fitri
“Ya sudah tunggu kami yah”
sambung Ayu lagi
“Yuk mas lanjuti Ayu belum
puas nih” Ajaknya kepadaku
lalu aku kembali menaik
turunkan pinggangku.
“AahhhO oohhhO
eennaaakkhhhO maasshhh In
terusin kenthu Ayu sampai
puas” desahan Ayu dibesar
besarkan karena ada Fandi
dan Fitri. Aku tidak peduli
karena aku merasa ada yang
mau keluar dikontolku.
“Yaanghhh aku mau keluar nih”
kataku lalu aku menggenjot
tempik Ayu semakin keras.
“IyaO sama sama masshhO
aaahhhhO” jawabnya disertai
desahan karena Ayu juga mau
sampai.
SlepphO sleephhO sleepp,
kontolku semakin cepat keluar
masuk ditempik Ayu karena
sama sama merasa nggak mau
berenti.
SreettO sreettO ssrreeeetttO
pejuhku keluar didalam tempik
Ayu sebanyak empat kali. Tak
lama kemudian disusul Ayu
yang memeluk tubuhku erat
erat disusul helemku seperti
disiram cairan lengket dan
hangat. Setelah agak mereda
orgasme kami aku langsung
ambruk disamping Ayu sambil
terengah engah. Sedang Ayu
terbaring lemas sambil
tersenyum puas.
“Enak yah tadi mainnya?”
tanya Fitri sambil duduk
disamping Ayu.Foto Ngentot Mahasiswi Bohay Meki Berjembut
“He-ehO nikmat banget sampai
kepayahan” kata Ayu.
Kami berempat lalu keluar dari
kamar dan berbaring diruang
makan sambil telanjang
bulat.Kami sengaja bertelanjang
karena kami merasa sudah
nggak ada jarak lagi diantara
kami berempat.
“Kamu bikin aku kewalahan
juga yah dik” kata Ayu sambil
membelai belai kontolku.
“Iya nih bikin orang dewasa
nggak nahan aja” sahut Fitri
sambil meremas punya Fandi
dengan gemes.
Aku hanya meringis saja
kegelian sambil memeluk kepala
Ayu sedangkan Fandi tertawa
pelan.Setelah kejadian itu kami
sering melakukannya
dikamarku,kamar Fandi atau
juga bila hanya kami berdua
sering melakukan dikamarku
karena rumahku kalau malam
sepi. Setelah empat bulan Fitri
hamil karena Fandi sering
mengeluarkannya didalam dan
aku sering pakai kondom.
Sedangkan Mala lebih sering
aku kerjain sampai Mala keluar
atau aku suruh ngemut
kontolku bila rumah Ayu sepi
atau bila Mala sedang sendirian
dirumah.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.