Pemuas Wanita

Pemuas Wanitaby Superadminon.Pemuas WanitaKalo mau dibilang edan, ya edan kali. Bodo ah! Soalnya, kamu yang pada baca tulisan ini juga pada edan. “ya kan? Kenapa aku bilang edan? Sebab aku merupakan salah seorang guru di sebuah sekolah swasta di bilangan Jakarta, dan aku mengajar salah satu pelajaran eksak di tingkat SLTP. “tulah perkenalanku, dan kisah yang akan aku […]
cerita dewasa

cerita dewasa

Kalo mau dibilang edan, ya edan
kali. Bodo ah! Soalnya, kamu
yang pada
baca tulisan ini juga pada edan.
“ya kan? Kenapa aku bilang
edan? Sebab
aku merupakan salah seorang
guru di sebuah sekolah swasta
di bilangan
Jakarta, dan aku mengajar
salah satu pelajaran eksak di
tingkat SLTP.
“tulah perkenalanku, dan kisah
yang akan aku ceritakan ini
adalah kisah
nyata. Begini ceritanya.
Kata murid-muridku aku
mengajar enak sekali, sehingga
apa yang ku
sampaikan mereka
memahaminya, oleh karena itu
banyak murid-muridku yang
ngefan terhadapku. Salah
seorang yang ngefan banget
padaku namanya
Merry, luar biasa anak ini.
“nginnya selalu saja ingin dekat
denganku,Crot Didalam memek janda
ada saja alasannya untuk bisa
berkomunikasi denganku.
Sebagai seorang
guru aku selalu berusaha
menghindar darinya.
Suatu saat, akau tak dapat lagi
menghindar dari Merry, karena
waktu itu
aku mendapat tugas dari
sekolah untuk mengajar bimbel
bagi siswa/i kelas
tiga. Aku selalu mengoreksi hasil
post tes pada hari itu juga
sebab jika
aku mengoreksi di rumah pasti
saja terganggu oleh anak-
anakku. Ketika
aku sedang asyik mengoreksi
seorang diri di ruang guru, aku
dikejutkan
oleh kedatangan seorang murid
wanitaku, Kiki namanya.
“Belum selesai Pak
ngoreksinya?”
“Eh Kiki, kamu koq belum
pulang?” kataku.
“Mendung Pak saya takut
kehujanan di jalan, dan juga
nemenin Merry,
katanya ada perlu sama
Bapak”.
“O, ya! Mana Merrynya?”.
“Itu Pak, sahut Kiki”
Kemudian aku persilakan masuk
mereka berdua keruang guru
yang sepi itu,
karena hujanpun turun dengan
lebatnya. Kami ngobrol-ngobrol
bertiga,
posisi duduk Merry disebelah
kananku sedang Kiki didepanku.
Setelah cukup lama kami
berbincang-bincang, Merry
mengatakan, “Pak boleh
engga saya lihat nilai saya?”
seraya mendekat padaku
dengan cepat.
Aku katakan, “Ee jangan”,
sambil aku ambil buku nilai di
depanku dan ku
angkat ke atas, tak disangka
tak diduga Merry berusaha
mengambil buku
nilai itu sebisanya hingga
badannya menempel ke
badanku oh.. oh, aku
merasakan harum tubuhnya
dan kenyalnya payudara Merry
yang baru tumbuh
itu, wow dalam sekejap si iblis
melupakanku bahwa aku
seorang guru, aku
mulai cari akal agar dapat
dengan bebas melayani nafsu si
Merry. Bagai
pucuk dicinta ulam tiba. Tiba-
tiba Kiki pamit keluar ruangan,
karena
mungkin sudah berhasil
tugasnya mengantarkan Merry
bertemu denganku.
Tinggallah kami berdua dalam
ruang guru, Merry yang sedari
tadi dekat
denganku itu makin mendekat,
tanpa kusadari penisku tegak
tak
terkendali. Di satu kesempatan
kupeluklah Merry, dari belakang
dan
kukecup lehernya serta
kuremas payudaranya yang
baru tumbuh itu, dia
menggelinjang kenikmatan, tak
lama setelah itu terdengar
langkah sepatu
Kiki mendekat, kami pun saling
melepas peluk dan menjauh,
sambil
kukatakan “Nanti aku telepon
kamu”. Merry hanya
mengangguk.
Malam harinya sekitar pukul
20.00 aku telepon Merry, kami
berbincang-bincang, yang
berakhir dengan ku tembaknya
Merry, dan
ternyata itulah yang
diharapkannya. Giillaa, Merry
mendambakanku sebagai
kekasihnya. Aku coba
mengajaknya jalan pada hari
minggu, karena
kebetulan hari minggu itu aku
mendapat tugas mencari villa
disekitar
puncak untuk acara organisasi
sekolahku, dia pun
menyetujuinya.
Sesuai janji minggu pagi-pagi
sekali aku sudah berangkat,
untuk bertemu
Merry disetasiun yang telah
ditentukan. Kami berangkat
menggunakan KA
Jabotabek, ternyata Merry
begitu romantis sekali
sepanjang perjalanan
aku dipegangi, dan jika ada
kesempatan ia memelukku,
aduh! aku
benar-benar tidak
membayangkan sebelumnya
punya pacar gelap seorang ABG
cantik nan sensual (Seperti
Nafa Urbach). Akhirnya
sampailah kami
ketempat yang dituju, setelah
aku membooking villa yang
kumaksud maka
kami pun berniat pulang.
Namun kata Merry, “Pak aku
capek nih, istirahat dulu dong.”
“Wah dimana Mer?”
“Itu ada hotel” seraya
menunjukan tangannya ke
seberang jalan tempat
kami berada.
Aku menjawab secepatnya, “OK,
deh.”
Di dalam kamar hotel, aku
sangat kikuk, tapi aku pikir ah
masa kalah
sama anak yang bedanya 20
tahun lebih muda dariku, aku
berusah
menenangkan diri, kemudian
bersih-bersih badan. Merry pun
begitu.
Setelah itu kami ngobrol diatas
tempat tidur sambil menonton
televisi,
seraya mulai tatap menatap,
yang kemudian saling mendekat,
saling
membelai dan akhirnya ku
kecup kening mary, selanjutnya
kulumat bibirnya
yang sensual itu dia pun
membalasnya, ketika kurujak
bibirnya tanganku
bergrilya masuk kedalam
kaosnya kucari puting susunya
yang kecil itu
kupilin perlahan-lahan teranya
olehku badannya merinding
sambil
melenguh-lenguh suaranya.
Akhirnya kubuka kaosnya serta
branya yang baru bernomor 34,
begitu
kubuka wow, pemandangan
yang sangat indah, payudara
kecil nan menantang
dipuncaknya berwarna coklat
muda dengan puting yang kecil,
segera saja
aku kulum puting kecil itu,
rasanya akan kutelan saja
payudaranya, dia
menggelinjang-gelinjang
kenikmatan, sejurus kemudian
kubuka juga rok
nya, mulai aku bergrilya
kedaerah yang jauh dibawah
sana, kuterobos
celana dalamnya kuusap-usap
bukit venusnya dengan rambut-
rambut halus
yang menambah betah
tanganku disana. beberapa saat
kemudian kucoba
menguak labium mayoranya,
ternyata sudah basah, kucari
clitorisnya
setelah ketemu kusap-usap
perlahan sekali. Erangan-
erangan yang tadinya
halus mulai terdengar liar
menambah semangat jari-jariku
menari
disela-sela lembah kenikmatan.
“Bapak curang, buka juga dong
bajunya.” katanya memecah
konsentrasi.
“OK, OK .” Kataku dengan
semangat sambil membuka kaos
dan celana panjangku.
Kami berpelukan erat sekali,
berciuman, berguling kekanan
dan kekiri
luar biasa. Akhirnya aku tidak
tahan lagi, kutawarkanlah
padanya untuk
coitus.
“Mer, kita senggama ya!”
“Jangan Pak!” katanya.
“Kamu engga mau? Enak lho
Mer”, rayuku sambil meraba-
raba kemaluannya.
Cumbu rayu, isap menghisap,
raba-meraba terus kami
lakukan, yang jelas
sebenarnya aku sudah nggak
tahan tapi aku menahan diri.
Sampailah
akhirnya pada puncak cumbu
rayu, ku arahkan kepalaku ke
kemaluannya.
Kubuka celana dalamku dan
kubuka juga celana dalamnya
ternyata Merry
diam saja setelah itu kuisap-
isap clitorisnya entah berapa
kali dia
orgasme, yang jelas perawan
itu kenikmatan beberapa saat
kemudian
kuarahkan batang penisku pada
liang vaginanya, ketika sudah
pada
sasarana yang tepat kutekan
perlahan sekali, kemudian
kudiamkan, vagina
yang sudah basah itu seperti
menarik batang kenikmatanku
perlahan-lahan.
Woow batangku masuk
perlahan. Panas, licin dan terasa
ada cengkraman
yang kuat sekali didalam sana,
aku terpejam nikmat, setelah
Merry
beradaptasi dengan batangku
yang berada didalam baru
kugerakan penisku
perlahan-lahan, lagi-lagi ia
mengerang hebat seraya
memelukku erat sekali.
“Terus Pak, terus, teruus.
eehh, eehh.. oo.. hh.”
Rupanya ia orgasme kembali.
Kuakui nikmat sekali
bersenggama dengan
Merry, akhirnya akupun ingin
keluar hingga kucabut
batangku dari liang
surga kumuntahkan spermaku
diluar agar tidak hamil. Setelah
puas kami
pulang ke Jakarta dengan
keadaan yang berbeda. Aku
merasa lebih memiliki
Merry dan Merry pun demikian.
Sejak kejadian itu kami jadi
kecanduan melakukannya,
pernah suatu saat
rupanya Merry ingin melepas
“hajat”-nya, maka janjianlah
kita untukCerita Dewasa
jalan setelah Merry pulang
sekolah (saat itu ia telah SMU)
akhirnya kami
nonton di bioskop kelas kambing
dengan film mesum pada jam
pertunjukan
siang, agar jarang yang nonton
karena memang niatnya adalah
senggama,
kami pilih tempat duduk di
belakang, begitu pertunjukan
mulai mulai juga
kami lakukan Foreplay kira-kira
tiga puluh menit kemudian aku
gelar
jaketku dibawah kursi Merry,
aku pindah duduk dibawah
persis menghadap
kemaluan Merry, kuisap
klitorisnya sampai ia puas,
setelah itu aku
melakukan coitus dalam
keadaan Merry duduk dan aku
berdiri, nikmatnya
luar biasa.
Disaat lain aku lakukan dirumah
orangtuaku kebetulan kedua
orang tua ku
pulang kampung dan aku
disuruh menunggui rumah
orangtuaku itu.
sebelumnya kusiapkan VCD
porno sebanyak 4 CD. Rumah
orangtaku yang luas
itu hanya kami berdua yang
menghuninya. Aku lakukan
hubungan badan
sepuas-puasnya, dengan Merry
sayangku.
Pernah juga aku melakukan
hubungan intim di berbagai
hotel melati di
Jakarta dan Bogor, semuanya
kami lakukan dengan suka sama
suka selama
tiga tahun total hubungan yang
kami lakukan krang lebih enam
puluh kali.
Akhirnya kami menyadari bahwa
hal ini harus berakhir, karena
saya sudah
punya istri dengan empat orang
anak, sedangkan Merry harus
meniti karir
sebagai seorang sarjana teknik,
sampai saat ini hubungan kami
tidak ada
yang mengetahui dan kabarnya
Merry sudah mempunyai calon
suami.
Aku sendiri saat ini sudah tidak
menjadi guru, saat ini aku
berwiraswasta. Pengalamanku
bersama Merry membuat aku
menjadi pecandu
coitus, jika aku hubungan badan
kadang-kadang aku heran
sendiri karena
“penisku kaga ade matinye”
karena sekarang aku jadi
pecandu, sedangkan
aku ngga ingin ngeluarin uang
maka aku kini nyambi sebagai
cowok
panggilan, aku jadi cowok
panggilan karena yang panggil
aku biasanya
yang buas-buas alias hiper sex,
nah aku suka itu.
Pernah aku dipanggil oleh
seorang ibu muda beranak
satu, setelah dia
bertemu denganku rupanya dia
meragukan kemampuanku
karena usiaku yang
sudah tigapuluh sembilan tahun,
akhirnya aku kasih dia garansi
jika akuFoto Gadis Sexy Montok
keluar duluan aku yang
menservice dia tapi nyatanya
ibu muda itu
ketagihan terhadapku. Aku
dalam hubungan tidak mencari
uang tapi yang ku
cari happy aja, happy yang
gratis, begitulah kira-kira.
Minggu depan aku sudah
diwanti-wanti untuk siap-siap
menservice seorang
wanita setengah baya (46
tahun) istri seorang pejabat di
Kalimantan yang
akan ke Jakarta, “bu ini walau
umurnya sudah cukup tapi
masih sangat
enerjik, badannya sintal,
payudaranya padat,
tatapannya penuh dengan
kemesuman. Beberapa hari yang
lalu HP ku bunyi.
Ternyata Tante S yang telepon,
katanya, “Anton, minggu depan
Tante mau
ke Jakarta kamu harus puasin
Tante, seperti yang lalu ya”.
Aku jawab saja, “OK, Tante!”

Author: 

Related Posts

Comments are closed.